kemarin aku dan teman-teman ngobrol ngalor ngidul, akhirnya sampai pada pembicaraan tentang satu hal. aku bilang ke teman-temanku, "aku heran kok ada ya, orang yang mencari nafkah di suatu tempat tapi sering kali menjelek-jelekkan instansi tempatnya bekerja itu. padahal Allah sudah memberinya rezeki melalui tempat itu. Kenapa ya kok dengan tingkah seperti itu aku tidak melihat rasa kesyukuran pada diri dia".
temanku ada yang memberikan jawaban...." oh.oh aku tau tuh kata-kata itu menurut bahasa Andrie Wongso", apa-apa katanya (Andrie wongso maksudnya), kataku menyambar cepat.
"ntar aja ah, ada yang lagi makan (saat itu kami sedang menikmati rujak buatan penjual depan Brimob kelapa dua)", katanya.
selesai makan, aku langsung bertanya lagi, "Jadi apa kata Andrie wongso?"
"ow, katanya: :
JANGAN BERAKIN (buang hajat di...) TEMPAT MAKAN KITA. (Andri wongso)
masyaAllah, sampai begitu menjijikkannya perilaku orang seperti itu.
jika kita memburuk-burukkan tempat kita mendapat rezeki (bahkan yang selalu kita harapkan terus mengalir kehadirannya bagi kita), berarti kita seperti buang hajat pada tempat makan kita.
NA'UDZUBILLAH MIN DZAALIK.
trus hari ni, aku dapat lagi ungkapan senada. dari tulisannya mba emmy sukresno.
begini kata beliau:
DAN YANG PALING MENDERITA DIANTARA KITA ADALAH : ORANG YANG SELALU BICARA JELEK TENTANG BOSNYA, TENTANG REKAN KERJANYA DAN TENTANG PEKERJAANNYA, TAPI DIA MASIH DATANG LAGI DAN DATANG LAGI KE TEMPAT KERJANYA TSB... HIDUPNYA MENDERITA... KECIAAAAN... KARENA DIA MERASA TAK PUNYA PILIHAN PEKERJAAN LAIN ????...
(terima kasih mba, kalau kalimat itu kutipan dari orang lain jg,terima kasih juga untuk beliau....)
Ya Rabb, jadikan aku dan keluargaku serta orang2 yang kucintai termasuk golongan hambaMU yang bersyukur. aamiin
Jadi temans.... jadikan hidup kita bermanfaat ya untuk hidup abadi yang indah nanti, mulai dengan rasa syukur, sabar dan istiqomah...
InnaLLaha laa tukhliful mii'aad
(sesunguhnya Allah tidak pernah mengingkari janjinya).
insyaAllah dengan begitu, hidup kita akan full of happiness.

