berkulit agak putih
(ini yang sering jadi bahan pertanyaan Dzaky, kenapa aku melahirkannya dengan kulit yang tidak seperti Hilmy. Hm........ usaha terus sampe dia mengerti. Alhamdulillah sampai akhirnya kini dia tidak bertanya tentang itu lagi)
berbadan lebih besar dari kakak Dzaky
(lahir dengan berat 3,6 kg, panjang 50 cm)
Karena lebih "anteng" saat bayi
(mungkin karena tahu umminya masih punya kakak yang masih kecil, saat itu usia Daky baru 1,5 tahun)
berbaring terus, sampai kepalanya agak "peyang"
mungkin itu sebabnya , sampai sekarang kepalanya terlihat lebih ceper dari belakang.
apalagi kalau baru dicukur ala tentara.
banyak orang memanggilnya dengan sebutan "Bagol"
(dari bahasa Betawi, yang berkepala besar - kira-kira begitu artinya)
Gaya belajarnya auditory.
ga bisa diam, terus ngomong, tapi diam-diam mempelajari.
soal matematika.... kayaknya suka sekali
(apalagi kalau soal minta jajan.... masyaAllah, Engkau Maha Benar, tiap anak mempunyai rezeki)
Seperti apa pun Hilmy
dia tetap anak ku sendiri
harus ku jaga dengan setulus hati
dengan memohon pada Mu Ilahi
agar tidak mengkhianati amanah ini
Hilmy Mubasysyir...
berharap dia tumbuh menjadi anak yang Hilm yang menggembirakan hati
banyak orang senang dengan Hilmy
suka sekali pada bayi, termasuk adiknya Shidqy
Melankolis semi... (ada ga ya??)
banyak eksperimen yang sudah dia jalani (How're the results? - ... - )
banyak "tanda bawang "di kaki, muka ber-stempel karena korek api, kuku jari tangan yang pendek karena ulah si gigi, benjol sebesar telur di jidat sehabis melompat tinggi dari panggung keriaan orang tetangga disini.
Cerita tentang sunatannya Hilmy
Hilmy agak takut untuk hal-hal berbau obat dan diobati
karena terlalu banyak gerakan saat dijahit, dokter merajut desain bunga mawar hancur terinjak disitu
susah lagi untuk diobati
2 minggu berlalu dengan sarung menanti kemana pun ia pergi
Sekarang ini, sudah tak sabar Hilmy untuk masuk sekolah SD
setiap hari muncul pertanyaan wajib
"Mi, kapan Hilmy masuk SD nya kayak Dzaky?"
sehari bisa lebih dari 3 kali (kalah makan nasi...)
Kalau dijawab, muncul pertanyaan baru yang lebih susah untuk diakhiri
tapi semua harus kujawab dengan rapi
bukti untuk Himy kalau Ummi sayangi
seni membebek masih melekat di Hilmy
cepat menangkap walau tak mengerti
Suatu kali dia bilang...
Plis Mi, ya...? (ketika memohon untuk dibolehkan membuka mainan baru)
Hahaha... "cuplis ya My?, jawabku lagi"
Menutupkan wajahnya di pangkuanku Hilmy merasa malu
Pernah kutanya cita-citanya nanti
masih berubah-ubah seolah masih mencari
semoga Allah berkenan meridhoi
kebaikan yang banyak bagi Hilmy
Ya Allah di masanya kini, banyak protes dan kritik meluncur dari bibirnya
Allahu Akbar.... wa in ta'uddu ni'mataLLahi laa tuhshuha.
Tak akan pernah sanggup aku menghitung banyak nikmatMu pada ku. hanya dari seorang Hilmy
Apalah lagi dari yang lainnya
Subhaanallah wal hamduliLLahi wa Laa Ilaaha Illa Allah
Allahu Akbar
Catatan:
Jangan merasa terputus dari nikmat Allah,
INGAT ... Allah mengikuti sangkaan hambaNya pada Nya
Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa, wa dzurriyyatinaa qurrata a'yun
waj 'alnaa lil muttaqiina imaama
Rabbij'allii muqimashsholaatii wa min dzurriyyati
aamiin
(ini yang sering jadi bahan pertanyaan Dzaky, kenapa aku melahirkannya dengan kulit yang tidak seperti Hilmy. Hm........ usaha terus sampe dia mengerti. Alhamdulillah sampai akhirnya kini dia tidak bertanya tentang itu lagi)
berbadan lebih besar dari kakak Dzaky
(lahir dengan berat 3,6 kg, panjang 50 cm)
Karena lebih "anteng" saat bayi
(mungkin karena tahu umminya masih punya kakak yang masih kecil, saat itu usia Daky baru 1,5 tahun)
berbaring terus, sampai kepalanya agak "peyang"
mungkin itu sebabnya , sampai sekarang kepalanya terlihat lebih ceper dari belakang.
apalagi kalau baru dicukur ala tentara.
banyak orang memanggilnya dengan sebutan "Bagol"
(dari bahasa Betawi, yang berkepala besar - kira-kira begitu artinya)
Gaya belajarnya auditory.
ga bisa diam, terus ngomong, tapi diam-diam mempelajari.
soal matematika.... kayaknya suka sekali
(apalagi kalau soal minta jajan.... masyaAllah, Engkau Maha Benar, tiap anak mempunyai rezeki)
Seperti apa pun Hilmy
dia tetap anak ku sendiri
harus ku jaga dengan setulus hati
dengan memohon pada Mu Ilahi
agar tidak mengkhianati amanah ini
Hilmy Mubasysyir...
berharap dia tumbuh menjadi anak yang Hilm yang menggembirakan hati
banyak orang senang dengan Hilmy
suka sekali pada bayi, termasuk adiknya Shidqy
Melankolis semi... (ada ga ya??)
banyak eksperimen yang sudah dia jalani (How're the results? - ... - )
banyak "tanda bawang "di kaki, muka ber-stempel karena korek api, kuku jari tangan yang pendek karena ulah si gigi, benjol sebesar telur di jidat sehabis melompat tinggi dari panggung keriaan orang tetangga disini.
Cerita tentang sunatannya Hilmy
Hilmy agak takut untuk hal-hal berbau obat dan diobati
karena terlalu banyak gerakan saat dijahit, dokter merajut desain bunga mawar hancur terinjak disitu
susah lagi untuk diobati
2 minggu berlalu dengan sarung menanti kemana pun ia pergi
Sekarang ini, sudah tak sabar Hilmy untuk masuk sekolah SD
setiap hari muncul pertanyaan wajib
"Mi, kapan Hilmy masuk SD nya kayak Dzaky?"
sehari bisa lebih dari 3 kali (kalah makan nasi...)
Kalau dijawab, muncul pertanyaan baru yang lebih susah untuk diakhiri
tapi semua harus kujawab dengan rapi
bukti untuk Himy kalau Ummi sayangi
seni membebek masih melekat di Hilmy
cepat menangkap walau tak mengerti
Suatu kali dia bilang...
Plis Mi, ya...? (ketika memohon untuk dibolehkan membuka mainan baru)
Hahaha... "cuplis ya My?, jawabku lagi"
Menutupkan wajahnya di pangkuanku Hilmy merasa malu
Pernah kutanya cita-citanya nanti
masih berubah-ubah seolah masih mencari
semoga Allah berkenan meridhoi
kebaikan yang banyak bagi Hilmy
Ya Allah di masanya kini, banyak protes dan kritik meluncur dari bibirnya
Allahu Akbar.... wa in ta'uddu ni'mataLLahi laa tuhshuha.
Tak akan pernah sanggup aku menghitung banyak nikmatMu pada ku. hanya dari seorang Hilmy
Apalah lagi dari yang lainnya
Subhaanallah wal hamduliLLahi wa Laa Ilaaha Illa Allah
Allahu Akbar
Catatan:
Jangan merasa terputus dari nikmat Allah,
INGAT ... Allah mengikuti sangkaan hambaNya pada Nya
Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa, wa dzurriyyatinaa qurrata a'yun
waj 'alnaa lil muttaqiina imaama
Rabbij'allii muqimashsholaatii wa min dzurriyyati
aamiin


Tidak ada komentar:
Posting Komentar